Rabu, 29 April 2026

(14) Selingkuhan Suamiku Mempermalukanku di Arisan. Dia Tidak Tahu Saja Kartu Kredit yang Dipakai Suamiku adalah Milikku. Akan Kubuat Mereka Menyesal!

 

Seketika, lobi itu riuh oleh suara tawa merendahkan dan bisik-bisik tajam dari geng arisan tersebut. 

Beberapa ibu bahkan terang-terangan mengeluarkan ponsel, memotret dan merekam ibu mertua yang kini menangis tersedu-sedu menutupi wajahnya dengan kain pel kotor.

"Makanya, jadi orang tua itu jangan sombong! Kemarin gayanya selangit pakai gelang keroncong emas selengan, sekarang kok bau karbol begini?" cibir salah satu ibu dengan kejam.

Harga diri ibu mertua hancur lebur berkeping-keping. Dipermalukan di depan orang-orang yang selama ini selalu ia pameri adalah siksaan mental yang jauh lebih menyakitkan daripada rasa laparnya.

Tepat saat tangis ibu mertua semakin histeris, aku melangkah keluar dari lift eksekutif. 

Suasana lobi yang tadinya riuh seketika hening. Para ibu arisan itu langsung menepi dan menunduk sopan menyambutku.

Melihat sepatuku mendekat, ibu mertua langsung merangkak maju. Ia membuang jauh-jauh sisa ego yang ia miliki, menjatuhkan kepalanya tepat di ujung sepatuku sambil menangis meraung-raung.

"Jannah, Ibu mohon ampun, Nak. Ibu tidak kuat lagi. Pinggang Ibu rasanya mau patah. Ibu malu dihina teman-teman Ibu. Tolong ampuni Ibu, Jannah. Ibu janji akan menyembah kakimu, Ibu akan jadi budakmu di rumah asal Ibu tidak dipermalukan di depan umum seperti ini lagi," isaknya dengan suara serak yang memilukan.

Aku menatap wanita tua yang bersujud di kakiku itu dengan ekspresi datar yang dingin. 

Tiga tahun air mataku menetes karena mulut berbisanya, dan hari ini, semuanya terasa sepadan.

Aku menunduk, mengangkat dagunya yang basah oleh air mata dengan ujung jari telunjukku, menatap matanya yang dipenuhi ketakutan dan keputusasaan yang absolut.

"Ibu menangis karena tidak sanggup menanggung malu di depan teman-teman arisan Ibu? Simpan air mata itu baik-baik untuk besok pagi, Bu. Karena besok, Ibu tidak akan mengepel lantai ini lagi. Ibu akan kubawa berdiri di mimbar pengadilan sebagai saksi utamaku, dan Ibu harus menceritakan kepada majelis hakim bagaimana putra kesayangan Ibu mencuri miliaran rupiah. Bersaksilah yang memberatkan Hakim agar dia dihukum maksimal, atau Ibu yang akan tidur di sel penjara menggantikannya."

***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(6) Kukurung Istriku di Dalam Mobil Saat Mau Menikah dengan Selingkuhanku. Tapi Betapa Kgetny Aku saat Istriku Muncul dengan....

  "Gosok lantai ini sampai mengkilap, Galen! Kalau ada satu tetes pun noda kopi yang tersisa, aku pastikan ibu dan adik kesayanganmu ke...