"Mas," rengek Bella di sela-sela kunyahannya. Jarinya yang lentik dengan kuku palsu panjang mengelus rahang Adi.
"Kapan sih cewek benalu itu kamu tendang dari sini? Aku tuh udah capek ya kucing-kucingan terus. Temen-temenku udah pada pamer rumah baru, masa aku masih harus nunggu status janda dia? Aku pengen cepet-cepet jadi nyonya tunggal di rumah mewah ini, Mas."
Adi tersenyum picik, menyuapkan sepotong daging ke mulut Bella.
"Sabar dong, Sayangku. Kamu kira gampang? Ibuku itu terlalu baik hati dan naif. Dia sangat menyayangi Putri. Kalau aku ceraikan si gembel itu sekarang tanpa alasan yang kuat, Ibu pasti ngamuk dan bisa-bisa kena serangan jantung. Kamu mau aku dicoret dari daftar ahli waris?"
"Terus harus nunggu sampai kapan?!" rajuk Bella kesal.
"Sebentar lagi, Sayang. Aku lagi menyusun rencana yang sangat rapi," bisik Adi, suaranya sengaja dipelankan namun tatapannya menajam penuh kelicikan.
"Aku akan buat skenario seolah-olah Putri yang ketahuan berselingkuh atau mencuri barang berharga di rumah ini. Aku akan buat dia dibenci satu RT, dihujat Ibuku sendiri, sampai dia diusir dengan tidak hormat tanpa berani menuntut harta gono-gini sepeser pun. Begitu dia keluar dari sini, rumah ini, mobil, dan semua tabunganku murni jadi milik kita berdua."
Aku menutup mulutku rapat-rapat, mencegah pekikan ngeri yang hampir lolos.
Oh, begitu rencanamu, anak durhaka? Ingin menghancurkan nama baik perempuan tak bersalah demi menutupi bangkai perselingkuhanmu?
Aku menekan tombol berhenti pada layar ponselku. Berdurasi lima menit.
Bukti ini sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka hancur.
Adi pikir rumah mewah ini, mobil-mobil mengkilap di garasinya, dan jabatan Manajer Operasional itu adalah hasil murni dari kecerdasannya?
Dia pikir dia sudah menguasai dunia?
Dia lupa satu hal yang sangat fatal. Dia lupa siapa yang menanamkan modal miliaran rupiah untuk menyelamatkan perusahaannya lima tahun lalu secara anonim.
Dia lupa bahwa rumah mewah yang dipijaknya ini sertifikatnya masih atas namaku, yang sengaja tak pernah kuberikan padanya untuk berjaga-jaga!
Dasar anak durhaka! Awas kamu! Akan kubongkar semuanya hari ini juga!
***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar