Senin, 04 Mei 2026

(3) Kujatuhkan talak untuk istriku dan kupermalukan dia di depan teman-temanku. Tapi tak kusangka, dia balik mempermalukanku...

 


Tanpa menoleh lagi, Bimo melangkah pergi meninggalkan rumah. Anton dan Rio buru-buru menyusul di belakangnya, menundukkan kepala dan menghindari tatapanku seolah takut tertular kesialan. Pintu utama terbanting tertutup, menyisakan keheningan yang mencekik.


Kini, hanya tersisa aku dan pria yang sepuluh menit lalu menalakku dengan penuh kebanggaan.


Indra berdiri terpaku di tengah ruangan, menatap kosong ke arah pintu yang tertutup. 


Lalu, perlahan ia menoleh padaku. Matanya menyalang, memerah menahan amarah dan harga diri yang baru saja terkoyak habis di depan teman-temannya. 


Tidak ada pukulan fisik malam ini, tapi aku tahu, ego Indra telah hancur lebur.


"Kau wanita ular! Kau sengaja merencanakan ini semua untuk menjatuhkanku?!" desisnya, melangkah maju ke arahku dengan rahang mengeras. 


"Kau pikir kau sudah menang, Refa?! Silakan ambil rumah dan mobil sialan ini! Tapi kau lupa siapa aku di luar sana! Aku memegang kendali di perusahaan! Aku seorang CEO! Dengan kekuasaan dan relasiku, aku bisa membeli sepuluh rumah seperti ini dan membuatmu merangkak mengemis di bawah kakiku!"


Aku tidak mundur selangkah pun. Alih-alih takut, aku membalas tatapan tajamnya dengan senyuman yang sangat tenang. 


Aku melangkah pelan memutari meja bar, mengambil gelas suceng, lalu menuangkan sedikit air putih untuk membasahi tenggorokanku.


"Kau masih merasa di atas angin, Mas?" tanyaku lembut. 


Terlalu lama ia hidup dalam delusi keagungan yang kuciptakan diam-diam dari belakang layar, sampai ia lupa siapa yang sebenarnya mengendalikan papan catur.


Aku meletakkan gelasku, memangkas jarak di antara kami, lalu berbisik pelan tepat di depan wajahnya yang tegang.


"CEO? Oh, Mas ... sepertinya kamu terlalu sibuk bertepuk dada sampai lupa membaca notifikasi di ponselmu." 


Aku menatap lurus ke dalam matanya yang perlahan mulai menyiratkan kebingungan. 


"Coba buka emailmu sekarang. Rapat pemegang saham darurat baru saja ditutup sepuluh menit yang lalu. Dan tebak, siapa nama Komisaris Utama misterius yang baru saja menandatangani surat pemecatan tidak hormatmu, sekaligus membekukan seluruh akses keuanganmu malam ini juga?"


***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(3) Kujatuhkan talak untuk istriku dan kupermalukan dia di depan teman-temanku. Tapi tak kusangka, dia balik mempermalukanku...

  Tanpa menoleh lagi, Bimo melangkah pergi meninggalkan rumah. Anton dan Rio buru-buru menyusul di belakangnya, menundukkan kepala dan mengh...