Di bawah terik matahari siang yang menyengat, Adi duduk mengemper di halte bus yang sepi.
Kemejanya basah oleh peluh, perutnya keroncongan minta diisi, dan kakinya yang melepuh terasa sangat perih.
Ia memeriksa dompetnya. Kosong. Bahkan uang recehan pun tak ada.
Dengan sisa baterai ponsel yang tinggal lima persen, Adi buru-buru memencet nomor Bella.
Bagaimanapun juga, semalam wanita itu membawa kabur koper besarnya yang berisi barang-barang branded.
Jika ia bisa membujuk Bella, ia bisa meminta wanita itu menjual satu tas saja untuk biaya mereka menyewa kamar dan makan hari ini.
Sambungan tersambung pada nada ketiga.
"Halo, Bella Sayang! Syukurlah kamu angkat!" ucap Adi tergesa-gesa, suaranya parau dan memelas.
"Sayang, tolong jemput aku pakai taksi di halte dekat kantor lamaku. Kamu bawa tas pemberianku, kan? Kita jual satu dulu ya buat modal makan dan menginap hari ini, nanti kalau aku sudah dapat kerja."
"Kerja?! Kerja jadi badut lampu merah maksud kamu?!"
Bukannya jawaban manja, lengkingan histeris Bella dari seberang telepon membuat Adi harus menjauhkan ponsel dari telinganya.
Suara wanita itu diiringi suara isak tangis dan keributan benda-benda yang dipindahkan.
"Bella? Sayang, kamu kenapa menangis? Ada apa?" tanya Adi panik.
"Ada apa kamu bilang?! Mas, kamu itu benar-benar bajingan ya! Pengacara ibumu baru saja mendobrak masuk ke tempatku! Mereka bawa dokumen tebal dan menyita semua tasku! Semua berlian, sepatu, bajuku, semuanya diangkut, Mas! Mereka bilang itu barang bukti hasil penggelapan uang perusahaanmu!" jerit Bella penuh derai air mata dan amarah yang meledak-ledak.
Adi mematung. Jantungnya serasa berhenti berdetak.
"P-pengacara Ibu? M-menyita semuanya?"
"Iya! Dan kalau aku protes, mereka mau memenjarakanku atas tuduhan penadahan uang curian! Aku sekarang cuma sisa baju di badan karena kamu, Mas!" raung Bella dengan napas memburu.
"Dengar ya, Adi! Mulai sekarang jangan pernah hubungi aku lagi! Nikmati saja surat tuntutan ganti rugi miliaran rupiah dari ibumu sendiri di pengadilan! Dasar mantan manajer gembel gak berguna!"
***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar